Payung, sebagai barang sehari-hari, tidak hanya melindungi kita dari angin dan hujan, tetapi juga kaya akan makna simbolis dan adat istiadat penggunaan dalam berbagai budaya. Mari jelajahi konotasi budaya unik payung di seluruh dunia.
Payung dalam budaya Asia
Di Asia, payung sering dikaitkan erat dengan tradisi dan ritual. Misalnya di Tiongkok, payung tidak hanya digunakan untuk melindungi kita dari terik matahari dan hujan, tetapi juga melambangkan kekuasaan dan status. Pada zaman dahulu, payung yang digunakan oleh kaisar dan bangsawan biasanya terbuat dari sutra dan dihias dengan hiasan yang melambangkan martabat dan kewibawaan. Selain itu, payung juga memiliki arti khusus dalam pernikahan Tionghoa. Saat calon pengantin menikah, ia memegang payung berwarna merah yang artinya mengusir kejahatan dan mendoakan pernikahan yang bahagia.
Budaya payung Jepang juga kaya dan penuh warna. Payung tradisional Jepang (payung kertas Jepang) tidak hanya sebagai alat praktis, tetapi juga sebuah karya seni, sering digunakan dalam upacara minum teh, tarian, dan pertunjukan drama. Pengerjaan halus payung Jepang melambangkan keahlian dan upaya estetika dalam budaya Jepang.
Payung dalam budaya Eropa
Di Eropa, makna simbolis payung lebih pada fashion dan identitas. Di Eropa abad ke-18, payung menjadi aksesori modis bagi kaum bangsawan dan kelas atas, terutama di Inggris, di mana payung dipandang sebagai simbol sikap sopan. Budaya payung di Inggris sangat dipengaruhi oleh iklim hujannya, dan payung klasik bergagang panjang berwarna hitam menjadi standar bagi pria.
Selain itu, payung perusahaan sering digunakan sebagai elemen simbolis dalam seni dan sastra Eropa, mewakili perlindungan, perlindungan, dan privasi. Misalnya pada beberapa lukisan, payung digunakan untuk melambangkan keintiman atau perlindungan antar karakter.
Payung dalam Budaya Afrika dan Timur Tengah
Di Afrika dan Timur Tengah, penggunaan payung lebih banyak dikaitkan dengan kerai. Di beberapa negara Afrika, payung digunakan sebagai alat pelindung sinar matahari, terutama di daerah gurun yang panas, dimana payung mempunyai fungsi penting sebagai pelindung sinar matahari. Selain itu, payung juga digunakan sebagai benda yang melambangkan kekuasaan dan status dalam upacara beberapa suku Afrika.
Payung dalam Budaya Amerika
Di Amerika, penggunaan payung yang dipersonalisasi beragam. Dalam Karnaval Brasil, payung kecil berwarna-warni merupakan alat peraga penting bagi para penari, melambangkan kegembiraan dan vitalitas festival. Di Amerika Serikat, payung lebih sering dilihat sebagai alat praktis, namun dalam beberapa film dan karya sastra, payung juga diberi makna simbolis yang romantis dan misterius.
Sebagai barang lintas budaya, makna simbolis dan adat istiadat penggunaan Payung bersama temanmenunjukkan keragaman dan kekayaan di seluruh dunia. Baik sebagai simbol kekuasaan, aksesori fesyen, atau ekspresi artistik, payung telah meninggalkan jejak mendalam di berbagai budaya. Dengan memahami konotasi budaya ini, kita tidak hanya dapat lebih memahami nilai praktis dari payung, namun juga mengapresiasi kisah budaya di baliknya.
Alamat : 31 Jinshan Road, Andong Industrial Zone, Economic Development Zone, Jinjiang City, Fujian Province, China
Silakan baca terus, terus posting, berlangganan, dan kami menyambut Anda untuk memberi tahu kami pendapat Anda.
hak cipta © Susinoumbrella.com Seluruh hak cipta.
Peta Situs
| Blog
| Xml
| Kebijakan pribadi
Jaringan Didukung